Satgas PPKPT UAD Berkontribusi dalam Webinar Nasional 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2024
Yogyakarta, 10 Desember 2024 – Komitmen Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program internal kampus, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam forum-forum eksternal tingkat nasional. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah partisipasi Satgas PPKPT UAD dalam Webinar 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2024 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerja sama dengan UNISA Yogyakarta dan INKLUSI.
Mengusung tema “Menuju 30 Tahun Deklarasi dan Platform untuk Aksi Beijing: Lindungi Perempuan, Ciptakan Ruang Aman, Akhiri Kekerasan Seksual di Kampus”, webinar ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Desember 2024 secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tokoh dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap isu perlindungan perempuan dan pencegahan kekerasan seksual. Di antaranya adalah Kepala Puspeka Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Ketua Satgas PPKS Universitas Gadjah Mada, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta Ketua Satgas PPKPT Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.P.H., yang hadir sebagai salah satu narasumber.
Partisipasi Ketua Satgas PPKPT UAD dalam forum nasional ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan yang dilakukan UAD tidak hanya berfokus pada lingkungan internal kampus, tetapi juga turut berkontribusi dalam pengembangan wacana, praktik baik, dan penguatan jejaring antarperguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Tri Wahyuni Sukesi berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan UAD dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Berbagai strategi yang diterapkan, mulai dari edukasi kepada sivitas akademika, penguatan regulasi dan layanan pengaduan, hingga upaya kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Webinar ini juga menjadi ruang diskusi yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai tantangan dan peluang dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi. Peserta diajak untuk memahami bahwa menciptakan ruang aman bukan hanya tanggung jawab institusi tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan mahasiswa.
Keikutsertaan Satgas PPKPT UAD dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi UAD sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung gerakan nasional pencegahan dan penanganan kekerasan. Melalui berbagai forum eksternal seperti webinar, seminar, pelatihan, maupun kolaborasi lintas institusi, Satgas PPKPT UAD terus berupaya memperluas dampak edukasi serta membangun sinergi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Partisipasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen Satgas PPKPT UAD dalam menjalankan perannya, tidak hanya sebagai garda terdepan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam berbagai gerakan dan inisiatif yang mendukung terciptanya ruang aman bagi perempuan dan seluruh sivitas akademika di Indonesia.

